Senin, 17 Januari 2011

Jilbab bukan sekedar Trend

Bismillahirahmanirahim.. Udah enggak aneh kita jumpai  muslimah yang berjilbab di negara muslim terbesar di dunia ini. Beragam macam dan jenis jilbab dikenakan oleh mereka, dari yang hanya berjilbab ala kadarnya dengan poni masih terlihat dan tanpa menutupi dada sampai jilbab syari yang menutup penuh aurat mereka. Semua dilakukan oleh muslimah sebagai wujud taqwa atas perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Saya Bangga Menjadi Muslimah

Bismillahirrahmanirrahim.. Setiap wanita itu di ciptakan sangai istimewa. Tapi sayangnya, banyak yang tidak bangga dengan identitasnya. Demi ikut jaman, mereka lepas identitas kemuslimahan mereka. Apa yang mereka dapat hanyalah kepuasan fisik tapi bukan kepuasan hati.
Banggalah menjadi  muslimah…
Bukan hanya kecantikanmu lah yang membuatmu begitu anggun, namun kecantikan akhlaqmu saat kau tutup auratmu yang membuatmu sangat mempesona. Kau sembunyikan kecantikan auratmu di balik akhlaq hanya untuk orang yang halal untukmu.
Banggalah menjadi  muslimah..
Bukan dari sejauh mana kau mampu menutupi auratmu, namun sejauh mana kau mampu mempertahankan penutup auratmu di balik setiap langkah syetan yang terus menusukmu untuk menghancurkan kehormatanmu.

Dari Mata Turun Ke Hati

Bismillahirrahmanirrahim.. Masih ingat kisah sebelumya sahabata BMB ?? Yaa.. Hanoman In Love ( yang belum baca silahkan nanti di baca ^^ ), di dalam catatan itu ada perkataan Dinda yang mengusik hati Rendy.
“ kamu ngapain ngeliatin aku terus, aku ngerasa di lecehin tau ” itu kata Dinda pada rendy.
Kira-kira masih ada enggak yaa wanita yang seberani Dinda sekarang ini ?? Atau mungkin malah merasa bangga dengan pandangan laki-laki terhadapnya, sehingga ketika auratnya di tunjukkan pada dunia hanya untuk memamerkan keindahan auratnya pada semua orang. Dan tentulah korban utama adalah Laki-laki.
Tapi jangan di kira bahwa seorang wanita tak akan pernah jadi korban syetan mata terhadap laki-laki. Banyak kok wanita yang belum mampu menjaga pandangannya pada laki-laki, apalagi kalo yang ganteng, pinter, cerdas, apalagi kalo pinter ngerayu, di jamin para wanita langsung nyantol. Makin maraklah maksiat dengan aktivitas pacaran.

jagalah iffah & izzah mu d facebook!


Bismillahirrahmanirrahim..
Sahabat Mud, kamu mungkin sudah tak asing dengan kata Iffah ( Kesucian diri )dan Izzah ( kemuliaan diri ) seiring beredarnya “ para ilmuan “ Facebook yang menyebar luaskan kata-kata itu. Kamu mungkin mampu menguasai kedua hal tersebut di “ dunia nyata” tapi ternyata tidak sedikit yang tidak mampu mempertahankan keduanya ketika berada di “dunia maya”.
Sayang sekali memang, ketika kamu merasa bahwa ‘dunia maya’ akan jauh berbeda dengan ‘dunia nyata ternyata syetan pun dengan mudah menguasaimu. Hijab yang begitu anggun kamu tutup dari lawan jenis, begitu mudah kamu buka ketika menemukan lawan jenis, karna kamu merasa bahwa tidak ada hijab di ‘dunia maya ‘ apalagi yang sedang populer kini yakni facebook.

Mau mu apa akhi??


Bismillahirrahmanirrahim..
Kau bilang aku sok jual mahal..
Ku bilang, aku memang bukan wanita murahan yang bisa kau beli dengan apapun. Karna aku adalah milik-Nya..
Kau bilang aku tak punya harga diri..
Ku bilang, kau katakan aku sok jual mahal. Eeehh..giliran aku memberikan harga diriku demi dirimu, kau bilang aku tak punya harga diri. Mau mu apa ??
Kau bilang aku sok alim..
Ku bilang, aku memakai jilbab untuk diriku dan atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aku rela bila kau bilang aku sok alim..
Kau bilang aku sok keganjenan..
Ku bilang, kau katakan aku sok alim. Eehh..giliran aku ganjen demi dirimu, kau bilang aku sok keganjenan. Mau mu apa ??
Kau bilang aku sok kecakepan..
Ku bilang, aku memang gak secakep cewek-cewek yang menebarkan aurat. Tapi aku akan mencakepkan diri di hadapan Allah..
Kau bilang hatiku tak secantik penampilanku..
Ku bilang, kau katakan aku sok kecakepan. Eehh..giliran aku merelakan hatiku demi dirimu, kau bilang hatiku tak secantik penampilanku. Mau mu apa ??

Friends


Apa kabar ?

Adakalanya pasti terlintas di benak hati kita, siapakah kita di pandangan sahabat-sahabat kita.
Kita menganggap seorang sahabat itu istimewa di hati tetapi adakah dia juga menganggap kita begitu?
Pemikiran-pemikiran ini menyebabkan kita terlalu membandingkan diri kita dengan sahabat-sahabat dan teman-teman lain hingga kita hilang keyakinan diri, merasakan diri lemah dan tidak disayangi, hilang matlamat dan konsentrasi dalam setiap amal yang dilakukan.

Dari seorang yang ceria dan selalu tersenyum kita berubah menjadi pendiam dan murung.
Teman-teman sekeliling mulai menjauhi dek sikap kita yang negatif itu.
Lalu kita bertambah parah.
Padahal semuanya salah kita.

BELAJAR UNTUK TERSENYUM

Jadilah seorang sahabat yg apabila teman-teman lain melihatnya, turut merasa tenang dan gembira.
Ada masanya
seorang sahabat itu dilanda masalah dan memerlukan kita disisinya untuk menguatkannya.
Sebaliknya, kita pula yang memberatkan lagi jiwanya dengan wajah kita yang sedih dan masam dek emosi yang menguasai diri.
Lalu si sahabat pun berpaling mencari insan yang yang sedia memberi kata kekuatan dan semangat yang dapat membawanya terus maju ke hadapan.

Lantas kita pula rasa terasing, tersisih, cemburu.Kenapa dia tidak cari kita semasa dia sedang dilanda masalah? tidak cukup baik kah kita?Tidak layak kah kita?siapakah kita?
Ketahuilah...orang yang paling manis senyumannya adalah orang yang masih mampu tersenyum di saat hatinya gundah. Tawanya membawa ceria, kata-katanya ringkas tetapi bermakna.

Kita tidak mampu memberi kata-kata nasihat yang panjang lebar, perkongsian yang hebat, memberi motivasi kepada teman-teman di kala jiwa mereka jatuh. Tetapi memadailah hanya dengan melihat senyuman kita, mereka menjadi bahagia. Walaupun dengan seungkap kata.."sabarlah...Allah nak uji..kita kena kuat..", cukup untuk memberi mereka kekuatan. Biar mereka tahu yang kita sentiasa ada disisi mereka ketika mereka memerlukan seorang teman....

SALAM PERSAHABATAN

Ahwalul Muslimin

 

Umaro’ dpt membeli ulama’ melalui hibah-hibah pada ormas-ormas Islam, Maka kita sebagai kaum kebanyakan mestinya memperhatikan empat hal di bawah ini :
1. Su’ul fahmi diin (buruknya pemahaman agama)
  • Mengetahui dalil, tapi mendengar adzan mengabaikannya.
  • Padahal pada Qs. 2:208, masuklah Islam secara keseluruhan, dan hati2 dg langkah syetan.
  • Dalam ibadah sering tidak terasa ada tujuan kepada selain Allah (asyirku akbar)
  • Timbul penyakit al ilmaaniyyah (sekuler – memisahkan agama dgn hidup). Seharusnya tetap ada muru’ah (identitas) yg dipertahankan – yaitu sebagai du’at (org yg tertarbiyah). Maka dibutuhkan tajarrut (totalitas), jangan ada kesan kadang2 alim kadang2 preman
  • Jangan sampai terkena ayat sebagai orang-orang yang mengimani sebagian ayat saja
2. Su’ul fahmi biddun ya (buruknya pemahaman thdp dunia)
  • Ukuran kehidupan dan keluarga itu bukan dunia, seperti yang diajarkan di Qs. 11:15-16 (jika hidup berorientasi dunia maka jahannamlah di akhirat dan seluruh amalnya tertolak)
  • Kena penyakit al hirsh (rakus) – Qs. 2:96
  • Jika cinta dunia maka akan melupakan nabi Muhammad yang amat zuhud dengan dunia.
3. Su’ul faHmi al ‘ulama’ (Buruknya pemahaman thdp ulama’)
  • Dakwah di beberapa daerah kita misalnya di sebagian besar jawa timur memiliki kelebihan secara basis massa sangat hebat, tapi kekurangannya sangat bersentral pada ulama, sehingga bukan kata-katanya yang didengar, tetapi karena orangnya kharismatik.
  • Menimbulkan Penyakit Al taqdis (pengkultusan) Qs 9:31 – sehinggabisa terjebak seperti orang-orang Nasrani yang mengkultuskan nabi Isa.
  • Maka belajarlah untuk keperluan dakwah dengan menambah ilmu dan juga kharisma (muru’ah) – jadilah ustadz di hadapan umat, begitu juga dihadapan Allah, sehingga terjaga ketika sendiri, maupun ketika ramai. Teladani para ulama’ ; yang sholat  malam sendiripun dilakukan dengan pakaian terbaik.
4. Su’ul fahmi bil akhiroh (buruknya pemahaman dg akhirat)
  • Qs. 10:6-8 ; tidak percaya pertemuan (Liqo) dengan Allah, lebih menyukai dunia, maka neraka balasannya.
  • Penyakit al istih zaa (meremehkan akhirat). Qs. 2:80-81 ; spt yahudi & nasrani yg bilang kami cuma disiksa sebentar saja. Padahal 1 hari di sisi Tuhanmu = 1000 tahunmu.
Jika kita tdk menyadari 4 hal di atas, maka akan mengarahkan kita ke KUFUR (Qs. 3:100-101 – dakwah ini hrsnya menyelamatkan kita, padahal ayat sudah dibacakan, & rosul ada di tengah2mu)